Roy Suryo kini dihadapkan ke polisi karena dituduh menyebarkan berita bohong. Roy Suryo bersama dengan tim pendukung yang mayoritas beranggotakan ibu-ibu, termasuk salah satunya tokoh bernama Amien Rais, mengunjungi Universitas Gadjah Mada pada hari Selasa tanggal 15 April.
Mereka mengharapkan Jokowi untuk menampilkan ijazahnya yang autentik kepada khalayak.
Minggu lalu, ada yang cukup menghebohkan jagat maya dan kampus UGM—khususnya di Fakultas Kehutanan. Roy Suryo, sosok yang dikenal sebagai mantan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus pengamat telematika, muncul bersama beberapa figur publik lainnya dalam sebuah kunjungan yang cukup nyentrik. Bukan untuk nostalgia atau seminar kehutanan, tapi untuk... ngecek ijazah Jokowi.
Yap, kamu nggak salah baca. Mereka datang untuk menyuarakan keraguan atas keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo, yang notabene merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM dan saat ini menjabat sebagai Presiden RI ke-7.
Kenapa ke Kehutanan?
Karena di sanalah Jokowi katanya menimba ilmu di era 80-an. Jadi, kalau mau telusuri jejak akademiknya, logikanya ya ke situ dulu. Tapi yang jadi pertanyaan: apakah fakultas boleh begitu saja mengobral data akademik seorang alumnus, apalagi yang statusnya presiden?Tentu tidak semudah itu, Ferguso.
Aksi Serius atau Sekadar Simbolik?
Roy Suryo dan rombongan disebut datang untuk meminta klarifikasi. Tapi publik pun bertanya-tanya, apakah ini gerakan yang benar-benar ingin mengungkap kebenaran, atau hanya bagian dari gimik politik yang rutin muncul menjelang tahun-tahun panas pemilu?
Kampus UGM sendiri dikenal cukup netral dan hati-hati dalam bersikap. Tidak ada pernyataan resmi yang membantah atau mengonfirmasi klaim Roy Suryo cs. Bisa dimaklumi sih, karena urusan legalitas dokumen akademik bukan hal yang bisa diumbar sembarangan.
Warganet Terbelah
Seperti biasa, di media sosial, isu ini langsung bikin ramai. Ada yang mendukung langkah Roy Suryo sebagai bentuk ‘kontrol publik’, ada juga yang mencibir dan menyebutnya sebagai pengalihan isu atau upaya cari panggung.
Beberapa bahkan menyebut gerakan ini mirip sinetron: penuh drama, rating tinggi, tapi hasilnya belum tentu ada.
Ijazah Jokowi, Sudah Sering Dipersoalkan
Isu keaslian ijazah Jokowi bukan barang baru. Sejak awal masa jabatannya, sudah beberapa kali hal ini diangkat—dan selalu mentok tanpa hasil yang signifikan. Beberapa pihak bahkan sudah melaporkan ke pengadilan, dan hasilnya? Gagal total karena bukti tidak kuat.
Jadi pertanyaannya, kenapa sekarang diungkit lagi? Apakah memang ada temuan baru, atau cuma karena tahun politik makin dekat?
Akhir Kata: Kampus Bukan Ajang Politik
Boleh saja punya keraguan, boleh juga mempertanyakan. Tapi ada garis tipis antara niat mencari kebenaran dan menjadikan kampus sebagai panggung drama politik. UGM sebagai institusi pendidikan seharusnya tetap dijaga marwahnya, bukan dijadikan ajang unjuk rasa ala infotainment politik.
Mau skeptis boleh, tapi sebaiknya disertai data dan niat baik. Kalau sekadar sensasi... ya netizen sekarang udah makin melek, lho.
Kalau kamu sendiri, percaya nggak sama ijazah Jokowi?


Posting Komentar