Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Tekanan Darah Sangat Rendah?

Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Tekanan Darah Sangat Rendah?

wartamoro.com , Tekanan darah Rendah (hipotensi) dinyatakan saat pengukuran tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg. Walaupun biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan yang signifikan, kondisi ini dapat menjadi berisiko apabila memicu gejala-gejala yang menghambat rutinitas harian dan bahkan bisa menciderai keselamatan hidup.

Menurut laman UCLA Health , tekanan darah rendah Yang terjadi secara bertahap atau tiba-tiba bisa mengakibatkan sejumlah keluhan. Beberapa diantaranya meliputi sakit kepala, rasa lemah pada tubuh, pandangan menjadi tidak jelas, mudah letih, merasakan mual, sampai pingsan.

Dalam sejumlah situasi, pasien mungkin merasakan palpital atau perasaan denyut jantung yang tak teratur, bingung, sakit kepala, serta rasa nyeri pada area leher atau punggung. Jika aliran darah menuju otak terhambat, kemunculan resiko tersandung atau hilangnya kesadaran akan meningkat.

Penyebab Hipotensi

Hipotensi dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk dehidrasi, dampak negatif dari penggunaan obat-obatan tertentu, serta kelainan yang berkaitan dengan jantung. Sejumlah kondisi kesehatan lainnya seperti ketidakseimbangan hormonal (seperti hipotiroidisme, diabetes, atau kadar glukosa dalam darah yang rendah), penyakit Parkinson, dan kurangnya zat besi akibat defisiensi vitamin B12 atau asam folat juga mungkin memicunya. Bagi wanita hamil, biasanya tekanan darah akan menurun seiring adanya penyesuaian sistem sirkulasi darah mereka.

Beberapa jenis obat yang bisa mengakibatkannya penurunan tekanan darah dengan cepat meliputi beta-blocker, diuretik, obat antidepresan tipe trisiklik, serta obat untuk masalah disfungsi ereksi jika digunakan bersamaan dengan nitrat.

Jenis-jenis Hipotensi

Dilansir dari laman WebMD , terdapat beberapa jenis hipotensi yang sering kali dialami orang. Jenis pertama adalah hipotensi ortostatik yang timbul ketika seseorang secara tiba-tiba bangkit dari posisi duduk ataupun berbaring. Kedua, neurally mediated hypotension seringkali terjadi setelah berdiri terlalu lama dan lebih lazim ditemui pada orang yang masih muda.

Ketiga, postprandial hypotension, yaitu penurunan tekanan darah setelah mengonsumsi makanan berat, umumnya ditemui pada orang lanjut usia atau pasien dengan kondisi neurologi tertentu. Sedangkan yang terakhir adalah multiple system atrophy dengan hipotensi ortostatik, suatu keadaan jarang yang berkaitan erat dengan disfungsi sistem saraf otonom.

Apabila tidak ditangani, hipotensi dapat membawa risiko situasi medis mendesak seperti shock. Shock sepsis misalnya, yaitu kondisi di mana tubuh bereaksi keras terhadap infeksi serius dan mencetuskan respons sistemik. Lain lagi adalah anafilaksis sebagai respon alergi cepat yang bisa merusak kinerja jantung. Selain itu, kerugian signifikan dari volume darah karena cedera fisik ekstrem atau perdarahan internal juga mampu menjadikan tekanan darah turun dengan tajam.

Diagnosis dan Pemeriksaan Hipotensi

Biasanya dokter akan menjalankan berbagai macam tes guna mengidentifikasi akar masalah dari tekanan darah rendah. Tes tersebut meliputi pemeriksaan fisik dasar, elektrokardiogram (EKGS) untuk merekam aktivitas listrik di jantung, pengujian sampel darah yang bisa mendeteksi apakah ada kekurangan zat besi atau kadar glukosa abnormal dalam tubuh, serta beberapa ujian lainnya. tilt-table yang meneliti respon tekanan darah terhadap pergantian posisi badan.

Namun, tidak setiap situasi hipotensi memerlukan pengobatan. Modifikasi pola hidup seperti meningkatkan asupan cairan dan natrium (dalam pantauan dokter), menyantap porsi makan yang lebih sedikit tapi lebih sering, mengurangi waktu berdiri, serta menyingkirkan minuman beralkohol dapat mendukung keseimbangan tekanan darah secara efektif.

Apabila dibutuhkan, dokter mungkin akan memberikan obat seperti fludrokortison untuk meningkatkan volume cairan dalam tubuh atau midodrin yang berfungsi mengurangi ukuran pembuluh darah sehingga membantu menaikkan tekanan darah.

Komplikasi

Hypotension yang diabaikan bisa mengakibatkan luka karena terjatuh, menurunnya kinerja organ, sampai shock. Dalam kondisi jangka panjang, tubuh mungkin tak mendapatkan cukup oksigen untuk bekerja dengan baik sehingga bisa memicu masalah jantung, serangan strok, atau bahkan gagal ginjal.

Buruan periksakan diri ke dokter kalau tekanan darah tetap rendah dan ada gejala seperti pusing atau lemas parah. Apalagi bukalau lagi minum obat tertentu atau punya catatan masalah dengan jantung. Pengobatan awal bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. komplikasi yang lebih berat nantinya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama